Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Layaknya Manusia Tidak Berhati

Seakan lupa luka lama-ku belum kau obati Lalu kau datang dan beri luka baru lagi Seakan tidak pernah puas dengan hidupmu sendiri Hidupku yang sedang baik-baik saja, kau usili (lagi) --- Kali ini kejahatanmu tidak kau lakukan seorang diri --- --- Berdua dengan si kekasih hati, kau rancang strategi --- --- Puasmu hanya jika sudah lihat aku mati --- Padahal, tanpa kau rancang strategi, Melihat-mu berani datang kerumahku; dengan si pencuri, Itu sudah buatku sangat berharap agar cepat mati. -- Layaknya manusia tidak berhati -- -- Kau hampiri-ku dengan percaya diri -- Lalu kamu tersandung karena langkahmu sendiri. Lagi-lagi aku yang kau salahi Kenapa selalu begini? - Jika memang aku sangat kau benci, - - Tolong jangan terus berusaha buat aku mati. - - Biarkan kita hidup sendiri-sendiri. - - Kamu dengan si kekasih hati dan aku terus berpuisi - 08042018 : 2239 Poetryhand - Pagedangan

Sedang Berpura-pura Bahagia ya, Tuan?

Setelah lama kupendam dendam Melalui banyak hari yang suram Tersesat di masa lalu yang kelam Aku benar-benar akan bangkit sekarang Hidupku tak lagi gelap dikala siang Dan malam malam ku akan lebih terang Tak ada lagi langkah-langkah penuh bimbang Kita berjumpa lagi malam ini, Tuan Ku tatap rupamu yang dulu tampan Tapi mengapa sekarang sama sekali tak menawan Masih pantaskah kau ku-anggap sebagai idaman? Ku lihat didunia maya kamu ini bahagia Tapi kamu sama sekali tidak berdaya di dunia nyata Bahagiamu pura-pura saja, ya? Umurmu muda, tapi raut wajahmu kulihat semakin tua. Dulu kau banyak di puja. Sekarang mukamu seperti menanggung derita. Lalu postingan-mu itu dusta, ya? Katamu, maaf karena telah buat luka Katamu, kau ingin terlihat sedang bahagia Supaya tak ada yang berkata kau sedang kena karma Dan kau juga tak ingin dengar suara tawa Tuan, jangan berpura-pura lagi untuk bahagia Apa adanya saja lah..... Tak perlu dipaksa supaya dikira bahagia Itu benar-benar hanya akan menyiksa jiwa ...