Luka yang menjadi untaian kata
Kali ini akan ku
ringkas kisah cinta penuh derita,
Tentang kisahku yang
mungkin tidak menarik untuk dibaca,
Tapi puas aku, setelah
ku tuang luka menjadi untaian kata,
Aku bukan wanita yang
mudah jatuh cinta,
Sekali, aku pernah
cinta dan sangat jatuh sejatuh jatuhnya,
Kepada seorang pria
yang saat itu sempurna di mata,
Lalu dengan tulus aku
berikan semua hatiku utuh kepadanya,
Semua sosok sempurna
yang ada di cerita fiksi, nyata ada di dirinya.
Aku berani bersumpah,
dia lelaki idaman.
Lalu, bagaimana bisa
aku untuk tidak jatuh cinta?
Kepada seseorang yang saat
itu menjauhi-ku dari derita,
Yang setiap
saat menjamin bahagia,
HAHAHAHA, dia hanya
menjamin bahagia.
Tapi tidak bilang
untuk selamanya.
Sekali lagi, dia hanya
menjamin bahagia, tapi tidak untuk selamanya.
Lalu bahagia yang
pernah ada yang hanya sesaat waktu itu,
Apakah di saat ini
masih bisa dianggap sebagai “kebahagiaan”?
Paham kan maksudku?
Jadi, saat dia pergi,
dia ambil semua bahagia yang pernah ku punya,
Dia buang jauh mimpiku
yang sempurna,
Dia hanya membuatku
menyimpan segala luka,
Yang tersisa hanya
harapan, hampa dan seribu derita,
Sekarang aku percaya,
bahwa segala hal tidak ada yang sempurna,
Atau, yang sempurna
tidak akan pernah lama.
Ya itu lah kisah penuh
derita.
Aku yang mencinta
dengan sangat tergila-gila,
Aku yang mencinta lalu
terluka dan menggila,
Aku yang gila karena
terlalu mencinta,
Dan, aku sekarang gila
karena terlalu terluka...
Komentar
Posting Komentar