Dear, Kamu yang sedang mencintaiku...

Apakah kamu sudah jauh mengenalku?
Sudah yakinkah terhadap rasamu?
Benarkah aku yang sekarang kamu mau?
Kuatkah kamu menghadapi aku yang sebenarnya aku?

Aku, diriku sendiri bahkan tidak pernah dengan baik mengenaliku.
Siapa aku, apa mauku, apa tujuan hidupku, bagaimana rasaku.
Jika aku tidak tahu siapa aku, lalu bagaimana dengan kamu?
Sebelum dalam kamu mencinta, lebih baik kamu kenali saja tentangku dulu.
Karena jatuh cinta, tidak baik jika terburu-buru tanpa kamu banyak tahu.

Bukan aku tidak yakin dengan rasamu...
Sering kau buktikan, dihatimu benar hanya aku satu.
Sungguh, aku hargai semua ketulusanmu itu.
Tapi maaf, aku masih tidak yakin dengan aku.
Aku takut jadi tidak baik untukmu, karena sosokmu terlalu indah untukku.

Aku ini manja, egois, selalu cemburu, dan tidak baik perihal merindu.
Aku sangat sering berbuat apapun semauku, mungkin kamu akan malu.
Bahkan aku akan mencinta sesuka hatiku, tergantung kelakuanmu.
Juga tidak akan pernah patuh dibawah perintahmu, selama aku masih jadi milikku.
Lalu masihkah aku yang sekarang kamu mau?

Sebelum kamu, pernah ada orang lain yang sudah mencintaiku, dulu...
Tapi dia tidak sanggup untuk selalu disisiku setelah tau bagaimana aku.
Memang tidak akan mudah bertahan untukku, mungkin terkadang harimu akan sendu.
Juga hatimu akan lebih sering bertemu dengan pilu.

Aku sungguh tidak sedang menakutimu, ini benarbenar tentangku.
Aku yang sebenarnya aku; adalah tidak akan pernah mudah untukmu.
Masihkah sanggup bertahan dengan cintamu?

Jika iya, Tolong yakinkan aku bahwa berubah untukmu itu perlu.
Jika tidak, Tolong berhenti sampai situ,
Karena aku masih ingin berteman baik denganmu.
Terakhir,
Terimakasih sudah mencintaiku.

📝Putri 18318 : 1818, Pagedangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHAGIALAH DENGAN HIDUPMU

Aku Kapan?

Layaknya Manusia Tidak Berhati