Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Layaknya Manusia Tidak Berhati

Seakan lupa luka lama-ku belum kau obati Lalu kau datang dan beri luka baru lagi Seakan tidak pernah puas dengan hidupmu sendiri Hidupku yang sedang baik-baik saja, kau usili (lagi) --- Kali ini kejahatanmu tidak kau lakukan seorang diri --- --- Berdua dengan si kekasih hati, kau rancang strategi --- --- Puasmu hanya jika sudah lihat aku mati --- Padahal, tanpa kau rancang strategi, Melihat-mu berani datang kerumahku; dengan si pencuri, Itu sudah buatku sangat berharap agar cepat mati. -- Layaknya manusia tidak berhati -- -- Kau hampiri-ku dengan percaya diri -- Lalu kamu tersandung karena langkahmu sendiri. Lagi-lagi aku yang kau salahi Kenapa selalu begini? - Jika memang aku sangat kau benci, - - Tolong jangan terus berusaha buat aku mati. - - Biarkan kita hidup sendiri-sendiri. - - Kamu dengan si kekasih hati dan aku terus berpuisi - 08042018 : 2239 Poetryhand - Pagedangan

Sedang Berpura-pura Bahagia ya, Tuan?

Setelah lama kupendam dendam Melalui banyak hari yang suram Tersesat di masa lalu yang kelam Aku benar-benar akan bangkit sekarang Hidupku tak lagi gelap dikala siang Dan malam malam ku akan lebih terang Tak ada lagi langkah-langkah penuh bimbang Kita berjumpa lagi malam ini, Tuan Ku tatap rupamu yang dulu tampan Tapi mengapa sekarang sama sekali tak menawan Masih pantaskah kau ku-anggap sebagai idaman? Ku lihat didunia maya kamu ini bahagia Tapi kamu sama sekali tidak berdaya di dunia nyata Bahagiamu pura-pura saja, ya? Umurmu muda, tapi raut wajahmu kulihat semakin tua. Dulu kau banyak di puja. Sekarang mukamu seperti menanggung derita. Lalu postingan-mu itu dusta, ya? Katamu, maaf karena telah buat luka Katamu, kau ingin terlihat sedang bahagia Supaya tak ada yang berkata kau sedang kena karma Dan kau juga tak ingin dengar suara tawa Tuan, jangan berpura-pura lagi untuk bahagia Apa adanya saja lah..... Tak perlu dipaksa supaya dikira bahagia Itu benar-benar hanya akan menyiksa jiwa ...

Tanpa orang ketiga

Ini kisah cinta temanku waktu SMA. Mereka berdua masih muda, tapi dewasa. Wanitanya manis, si pria juga setia. Mereka tumbuh bersama tanpa lara. Luka tak buat mereka berhenti saling mencinta. Aku ingin jadi si wanita. Punya pria setia, tak pernah sengaja buat luka. Bahagianya dia dicinta dengan sempurna. Aku mencari sosok seperti sang pria. Yang saat jenuh tidak pernah memilih mendua. Paham dengan baik bagaimana cara mencinta. Aku ingin punya kisah seperti mereka berdua. Saling membahagiakan dengan cara sederhana. Saling percaya bahwa tak ada yang sedang berdusta. Aku ingin seperti mereka berdua, Bahagia lama tanpa orang ketiga.... 📝Puteri 19318 : 2049 , Pagedangan

Dear, Kamu yang sedang mencintaiku...

Apakah kamu sudah jauh mengenalku? Sudah yakinkah terhadap rasamu? Benarkah aku yang sekarang kamu mau? Kuatkah kamu menghadapi aku yang sebenarnya aku? Aku, diriku sendiri bahkan tidak pernah dengan baik mengenaliku. Siapa aku, apa mauku, apa tujuan hidupku, bagaimana rasaku. Jika aku tidak tahu siapa aku, lalu bagaimana dengan kamu? Sebelum dalam kamu mencinta, lebih baik kamu kenali saja tentangku dulu. Karena jatuh cinta, tidak baik jika terburu-buru tanpa kamu banyak tahu. Bukan aku tidak yakin dengan rasamu... Sering kau buktikan, dihatimu benar hanya aku satu. Sungguh, aku hargai semua ketulusanmu itu. Tapi maaf, aku masih tidak yakin dengan aku. Aku takut jadi tidak baik untukmu, karena sosokmu terlalu indah untukku. Aku ini manja, egois, selalu cemburu, dan tidak baik perihal merindu. Aku sangat sering berbuat apapun semauku, mungkin kamu akan malu. Bahkan aku akan mencinta sesuka hatiku, tergantung kelakuanmu. Juga tidak akan pernah patuh dibawah perintahmu, selama aku masih ...

Akukah Milea?

Akukah Milea? Wanita yang pernah membuat Dilan terpana Memang, Cantikku tidak seberapa Tapi, Dilan pernah tergila-gila Aku pernah sangat dicinta Selalu dibuat tertawa bahagia Tidak sedikitpun Dilan biarkan aku kecewa, Apalagi banyak menderita Semua kata dari mulutnya hanya memuja Manis rayunya tiada taraa...... Aku pastikan bahkan bahagiaku lebih indah dari sang Milea Tapi...... Aku juga lebih terluka dibanding sosok Milea Luka Milea sepertinya belum seberapa, Hmm aku tidak akan bercerita luka Aku hanya ingin kalian percaya Bahwa aku merasa, Aku seperti Milea Yang pernah sebentar bahagia Lalu selamanya terluka...

Dilanku Hilang?

Aku pernah punya Dilan. Atau bukan Dilan? Tapi, seseorang yang bahkan lebih indah dari sosok Dilan. Bahagia, bukan lagi kan? Rasanya seperti "im the only one" Dilanku, idaman. Fisiknya sempurna. Tampan. Dilanku, pujaan. Menawan. Dilanku, ku sayang. Sangat takut bila dia menghilang. Dilanku romantis saat siang Dan hangat disaat malam datang. Dilan ku tiba tiba menghilang...... Iya, Dilanku sekarang hilang. Pergi dengan wanita jalang. Aku, nasibku sungguh malang. Dilan, aku masih sayang..... Apakah rinduku terngiang? By : Seseorang yang pernah lebih beruntung dr Milea, 2018 27 Januari 2018

Rindu atau tidak, ini sama beratnya...

Pernah di satu hari, aku sangat merindu Setiap detik berharap bertemu, melulu tentang kamu Ku munafik-kan rasaku, agar hidup tidak lagi bertumpu sosokmu Tapi malah semakin berat aku, semua dihatiku bertujuan padamu Seakan diri tidak tau, bagaimana caranya berhenti mencari kamu Mencari tau tentang kamu, yang tidak ingin lg dicari aku Aku sadar, merindumu sudah bukan lagi hak-ku Percayalah, rinduku ini BUKAN mauku. Dengarlah, sekali saja AKU RINDU SANGAT RINDU.....

Aku Bukan Wanita Baik, Tuan.

Malam ini aku sedang bergairah Tidak sedang sedih, dendam apalagi marah Jadi, tidak kutulis dulu kisah hati yang patah Atau perasaan yang sedang rusak parah Aku sedang mengagumi sosok yg lama kucari Tak apa bila sekarang jatuh cinta sendiri Karena jujur, aku juga sadar diri Siapalah aku ini bila berharap dimiliki Hey tuan, keberatankah kau ku harapkan? Aku ini bukan wanita baik, tuan Masa lalu ku kelam tidak karuan Sama sekali belum pantas kita berdampingan Tapi, kamu alasan kenapa hidupku tak lg berantakan Dan giat aku menjadi lebih baik sungguhan Lagi pula aku percaya janji Tuhan Kata-Nya yang baik dengan yang baik pasti disatukan 18/2/18 22:14

Hujan dan Memaafkan

Hujan, Tenang, Kenangan, Merindukan, Tersadarkan, Memaafkan, Sore ini " hujan "... Lalu aku berhenti sementara dari segala kesibukan, Sengaja kunikmati rintik hujan dengan " tenang " Yang terbayang saat aku tenang menikmati hujan? Semua hanya tentang " kenangan " Kembali hadir sekelibat bayangan, Seorang yang pernah setia temaniku menikmati rintik hujan, Sekarang aku sedang sangat " merindukan " Ada juga bayang lain yang menyakitkan, Itu sungguh tidak mudah aku lupakan, Seketika aku " tersadarkan " Hari ini sambil menatap hujan, Ku umumkan pada kenangan, Bahwa usahaku keras untuk melupakan, Kamu yang meninggalkan dengan kejam, sungguh sudah ku " maafkan " 21/2/18

Tentangmu; Aku sudah tidak tertarik

Saat ini aku berjanji tidak akan berbalik Tidak jg aku mau walau hanya sekedar melirik Aku percaya jalanku sekarang baik Tanpa kamu hidupku masih terasa asik Jadi kamu tolong jangan lagi berisik Apalagi terus terusan mengusik Katanya rindumu untukku sudah tajam layaknya sisik Apapun itu, tentangmu aku sudah tidak tertarik Tidak lagi aku rindu malam hangat kita yang berirama nyanyian jangkrik Tidak juga aku dengan sengaja ingin buat wanita barumu selalu sirik Sudah lanjutkan saja bahagiamu dengan si cantik Sudahlah lanjutkan sana hubungan asmara kalian yang penuh gimmick 26/2/18

Dia Adalah Akbar, Pria Kasar Bermulut Besar

Ini tentang pria yang sama sekali tidak tenar Gajinya juga tidak cukup besar Tapi tingkahnya bak superstar Dia pernah buatku bahagia sampai jantung selalu berdebar Lalu dengan sadar, dia buat hati dan badanku memar Namanya adalah; Akbar Kini cerita tentangnya akan aku sebar Jadi, dia pernah menjanjikanku mahar Lalu dia sendiri yang buat semuanya samar Sungguh selama ini aku sudah cukup sabar Tapi sampai sekarang dia tidak lagi berkabar Tolong bilang kepada Akbar Kini aku hilang sabar Harapanku juga sudah buyar Yang samar lebih baik di buat bubar Supaya tidak ada lg hati yang memar Dan cepat-cepat Akbar sadar Jangan lagi fakta nya terus dia putar Akbar bilang dirinyalah yang paling benar Padahal dia bajingan bermulut besar Dan pria murahan yang tangannya kasar Sangat tidak layak bertingkah seperti superstar Pagedangan, 13/3/2018

Luka yang menjadi untaian kata

Kali ini akan ku ringkas kisah cinta penuh derita, Tentang kisahku yang mungkin tidak menarik untuk dibaca, Tapi puas aku, setelah ku tuang luka menjadi untaian kata, Aku bukan wanita yang mudah jatuh cinta, Sekali, aku pernah cinta dan sangat jatuh sejatuh jatuhnya, Kepada seorang pria yang saat itu sempurna di mata, Lalu dengan tulus aku berikan semua hatiku utuh kepadanya, Semua sosok sempurna yang ada di cerita fiksi, nyata ada di dirinya. Aku berani bersumpah, dia lelaki idaman. Lalu, bagaimana bisa aku untuk tidak jatuh cinta? Kepada seseorang yang saat itu menjauhi-ku dari derita, Yang setiap saat menjamin bahagia, HAHAHAHA, dia hanya menjamin bahagia. Tapi tidak bilang untuk selamanya. Sekali lagi, dia hanya menjamin bahagia, tapi tidak untuk selamanya. Lalu bahagia yang pernah ada yang hanya sesaat waktu itu, Apakah di saat ini masih bisa dianggap sebagai “kebahagiaan”? Paham kan maksudku? Jadi, saat dia pergi, dia ambil semua ...