Beberapa bagian dari diriku mungkin tidak terdengar, tapi bisa tinggal di kata-kata. Aku Puteri, ku abadikan rasa dalam kata agar saat sempat tetap bisa dibaca.
Mereka bilang "nanti juga ada waktunya" Mereka sudah dengan waktunya Aku? Kapan? Mereka bilang "semua yang terjadi adalah takdir Tuhan" Katanya, santai sajaa nanti indah akan datang Tapi.... Kapan? Hidup masih begini saja, Bangun pagi berangkat kerja. Malam lelah, lelap begitu saja. Umur tidak lagi muda. Tuhan, giliranku kapan?
Seakan lupa luka lama-ku belum kau obati Lalu kau datang dan beri luka baru lagi Seakan tidak pernah puas dengan hidupmu sendiri Hidupku yang sedang baik-baik saja, kau usili (lagi) --- Kali ini kejahatanmu tidak kau lakukan seorang diri --- --- Berdua dengan si kekasih hati, kau rancang strategi --- --- Puasmu hanya jika sudah lihat aku mati --- Padahal, tanpa kau rancang strategi, Melihat-mu berani datang kerumahku; dengan si pencuri, Itu sudah buatku sangat berharap agar cepat mati. -- Layaknya manusia tidak berhati -- -- Kau hampiri-ku dengan percaya diri -- Lalu kamu tersandung karena langkahmu sendiri. Lagi-lagi aku yang kau salahi Kenapa selalu begini? - Jika memang aku sangat kau benci, - - Tolong jangan terus berusaha buat aku mati. - - Biarkan kita hidup sendiri-sendiri. - - Kamu dengan si kekasih hati dan aku terus berpuisi - 08042018 : 2239 Poetryhand - Pagedangan
Seperti biasa dibulan April, diawali dari rintik hujan yang selalu terjadi, iya awal bulan dan hujan itu menyambut hari lahirku.. Ah, awal bulan saja sudah sendu Rintik hujan bulan April selalu penuh arti untukku. Rintik itu membawaku jauh terbuai oleh lamunan, kenangan pahit dan angan palsu. Aprilku berwarna biru. Manis pahit April selalu membekas untukku. Setiap moment bahagia, tawa, luka dan air mata, ku nikmati Aprilku. April santai saja, jangan terburu-buru. Tidak ingin, tapi April memaksaku untuk semakin dewasa. Ia terus berlalu menciptakan pelajaran baru untukku. Aprilku baru saja berlalu. Puterihand 30 APRIL 2024 23;48
Apakah kamu adalah aku? Mungkin kita berbeda waktu, kamu lebih dulu lalu menyusul aku.
BalasHapusJika kamu adalah aku,
HapusMaka mari bahagialah aku!!